Dia tidak Sendirian, dia bersama angin.
Tapi yang dilihatnya salah.
Dia sendirian.
Dia hanya terbang terbawa nafasnya.
Dia terbang melewati celah pepohonan pinus di hutan basah.
Menyapa ilalang di atas hamparan savana.
Mengitari rawa-rawa.
Dan pulang mencari ibunya.
Pada saat musim penghujan, Tubuhnya berubah menjadi coklat tua.
Tubuhnya wangi seperti cendana.
Dan bola matanya berubah menjadi hijau tosca.
Gadis Ranting begitu cantik sekarang. Sepertinya dia sudah dewasa.
Tapi banyak pula yang dia rindukan.
Semakin hari semakin dia menyadari bahwa dia kehilangan sesuatu yang sangat dia butuhkan.
Dia kehilangan 'angin'.
Tidak ada lagi yang membawanya terbang.
Gadis Ranting meringkuk ketakutan di bawah pohon filicium tua.
Halilintar menyambar kubangan air besar di tepian hutan.
Gadis Ranting begitu ketakutan.
Dia sadar dia sendirian sekarang.
Bahkan dia sekarang tak tau harus menangis ketakutan atau menangis karna sendirian.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar